<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Cembeliq's Weblog</title>
	<atom:link href="http://cembeliq.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cembeliq.wordpress.com</link>
	<description>Duniaku untuk akhiratku</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 06:14:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='cembeliq.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Cembeliq's Weblog</title>
		<link>http://cembeliq.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://cembeliq.wordpress.com/osd.xml" title="Cembeliq&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://cembeliq.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Keutamaan Iffah dan Bersabar</title>
		<link>http://cembeliq.wordpress.com/2012/01/25/keutamaan-iffah-dan-bersabar/</link>
		<comments>http://cembeliq.wordpress.com/2012/01/25/keutamaan-iffah-dan-bersabar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 06:14:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cembeliq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA['iffah]]></category>
		<category><![CDATA[Kehormatan diri]]></category>
		<category><![CDATA[Sabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cembeliq.wordpress.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[(ditulis oleh: Al-’Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman ibnu Nashir as-Sa’di) Abu Sa’id al-Khudri z menyampaikan sabda Rasulullah n yang mulia: وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ، وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللهُ، وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ “Siapa yang menjaga kehormatan dirinya—dengan tidak meminta kepada manusia dan berambisi untuk beroleh apa yang ada di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cembeliq.wordpress.com&amp;blog=3593436&amp;post=309&amp;subd=cembeliq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(ditulis oleh: Al-’Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman ibnu Nashir as-Sa’di)</p>
<p>Abu Sa’id al-Khudri z menyampaikan sabda Rasulullah n yang mulia:<br />
وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ، وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللهُ، وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ<br />
“Siapa yang menjaga kehormatan dirinya—dengan tidak meminta kepada manusia dan berambisi untuk beroleh apa yang ada di tangan mereka—Allah l akan menganugerahkan kepadanya iffah (kehormatan diri). Siapa yang merasa cukup, Allah l akan mencukupinya (sehingga jiwanya kaya/merasa cukup dan dibukakan untuknya pintu-pintu rezeki). Siapa yang menyabarkan dirinya, Allah l akan menjadikannya <a title="sabar" href="http://asysyariah.com/sabar.html">sabar</a>. Tidaklah seseorang diberi pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (HR. Al-Bukhari no. 1469 dan Muslim no. 2421)<br />
Hadits yang agung ini terdiri dari empat kalimat yang singkat, namun memuat banyak faedah lagi manfaat.<br />
Pertama: Ucapan Nabi n:<br />
وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ<br />
“Siapa yang menjaga kehormatan dirinya—dengan tidak meminta kepada manusia dan berambisi untuk beroleh apa yang ada di tangan mereka—Allah l akan menganugerahkan kepadanya iffah.”<br />
Kedua: Ucapan Nabi n:<br />
وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ<br />
“Siapa yang merasa cukup, Allah l akan mencukupinya (sehingga jiwanya kaya/merasa cukup dan dibukakan untuknya pintu-pintu rezeki).”<br />
Dua kalimat di atas saling terkait satu sama lain, karena kesempurnaan seorang hamba ada pada keikhlasannya kepada Allah l, dalam keadaan takut dan berharap serta bergantung kepada-Nya saja. Adapun kepada makhluk, tidak sama sekali. Oleh karena itu, seorang hamba sepantasnya berupaya mewujudkan kesempurnaan ini dan mengamalkan segala sebab yang mengantarkannya kepadanya, sehingga ia benar-benar menjadi hamba Allah l semata, merdeka dari perbudakan makhluk.<br />
Usaha yang bisa dia tempuh adalah memaksa jiwanya melakukan dua hal berikut.<br />
1. Memalingkan jiwanya dari ketergantungan kepada makhluk dengan menjaga kehormatan diri sehingga tidak berharap mendapatkan apa yang ada di tangan mereka, hingga ia tidak meminta kepada makhluk, baik secara lisan (lisanul maqal) maupun keadaan (lisanul hal).<br />
Oleh karena itu, Rasulullah n bersabda kepada Umar z:<br />
مَا أَتَاكَ مِنْ هذَا الْمَالِ وَأَنْتَ غَيْرُ مُشْرِفٍ وَلاَ سَائِلٍ فَخُذْهُ, وَمَا لاَ فَلاَ تُتْبِعْهُ نَفْسَكَ<br />
“Harta yang mendatangimu dalam keadaan engkau tidak berambisi terhadapnya dan tidak pula memintanya, ambillah. Adapun yang tidak datang kepadamu, janganlah engkau/menggantungkan jiwamu kepadanya.” (HR. Al-Bukhari no. 1473 dan Muslim no. 2402)<br />
Memutus ambisi hati dan meminta dengan lisan untuk menjaga kehormatan diri serta menghindar dari berutang budi kepada makhluk serta memutus ketergantungan hati kepada mereka, merupakan sebab yang kuat untuk mencapai ‘iffah.<br />
2. Penyempurna perkara di atas adalah memaksa jiwa untuk melakukan hal kedua, yaitu merasa cukup dengan Allah l, percaya dengan pencukupan-Nya. Siapa yang bertawakal kepada Allah l, pasti Allah l akan mencukupinya. Inilah yang menjadi tujuan.<br />
Yang pertama merupakan perantara kepada yang kedua ini, karena orang yang ingin menjaga diri untuk tidak berambisi terhadap yang dimiliki orang lain, tentu ia harus  memperkuat ketergantungan dirinya kepada Allah l, berharap dan berambisi terhadap keutamaan Allah l dan kebaikan-Nya, memperbaiki persangkaannya dan percaya kepada Rabbnya. Allah l itu mengikuti persangkaan baik hamba-Nya. Bila hamba menyangka baik, ia akan beroleh kebaikan. Sebaliknya, bila ia bersangka selain kebaikan, ia pun akan memperoleh apa yang disangkanya.<br />
Setiap hal di atas meneguhkan yang lain sehingga memperkuatnya. Semakin kuat ketergantungan kepada Allah l, semakin lemah ketergantungan terhadap makhluk. Demikian pula sebaliknya.<br />
Di antara doa yang pernah dipanjatkan oleh Nabi n:<br />
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى<br />
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, iffah, dan kecukupan.” (HR. Muslim no. 6842 dari Ibnu Mas’ud z)<br />
Seluruh kebaikan terkumpul dalam doa ini. Al-huda (petunjuk) adalah <a title="ilmu yang bermanfaat" href="http://asysyariah.com/ilmu-yang-bermanfaat.html">ilmu yang bermanfaat</a>, ketakwaan adalah amal saleh dan meninggalkan seluruh yang diharamkan. Hal ini membawa kebaikan agama.<br />
Penyempurnanya adalah baik dan tenangnya hati, dengan tidak berharap kepada makhluk dan merasa cukup dengan Allah l. Orang yang merasa cukup dengan Allah l, dialah orang kaya yang sebenarnya, walaupun sedikit hartanya. Orang kaya bukanlah orang yang banyak hartanya. Akan tetapi, orang kaya yang hakiki adalah orang yang kaya hatinya.<br />
Dengan ‘iffah dan kekayaan hati sempurnalah kehidupan yang baik bagi seorang hamba. Dia akan merasakan kenikmatan duniawi dan qana’ah/merasa cukup dengan apa yang Allah l berikan kepadanya.<br />
Ketiga: Ucapan Nabi n:<br />
وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللهُ<br />
“Siapa yang menyabarkan dirinya, Allah l akan menjadikannya sabar.”<br />
Keempat: Bila Allah l memberikan kesabaran kepada seorang hamba, itu merupakan pemberian yang paling utama, paling luas, dan paling agung, karena kesabaran itu akan bisa membantunya menghadapi berbagai masalah. Allah l berfirman:<br />
“Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat.” (Al-Baqarah: 45)<br />
Maknanya, dalam seluruh masalah kalian.<br />
Sabar itu, sebagaimana seluruh akhlak yang lain, membutuhkan kesungguhan (mujahadah) dan latihan jiwa. Karena itulah, Rasulullah n mengatakan: وَمَنْ يَتَصَبَّرْ  “memaksa jiwanya untuk bersabar”, balasannya: يُصَبِّرهُ اللهُ  “Allah l akan menjadikannya sabar.”<br />
Usaha dia akan berbuah bantuan Allah l terhadapnya.<br />
Sabar itu disebut pemberian terbesar, karena sifat ini berkaitan dengan seluruh masalah hamba dan kesempurnaannya. Dalam setiap keadaan hamba membutuhkan kesabaran.<br />
Ia membutuhkan kesabaran dalam taat kepada Allah l sehingga bisa menegakkan ketaatan tersebut dan menunaikannya.<br />
Ia membutuhkan kesabaran untuk menjauhi maksiat kepada Allah l sehingga ia bisa meninggalkannya karena Allah l.<br />
Ia membutuhkan sabar dalam menghadapi takdir Allah l yang menyakitkan sehingga ia tidak menyalahkan/murka terhadap takdir tersebut. Bahkan, ia pun tetap membutuhkan sabar menghadapi nikmat-nikmat Allah l dan hal-hal yang dicintai oleh jiwa sehingga tidak membiarkan jiwanya bangga dan bergembira yang tercela. Ia justru menyibukkan diri dengan bersyukur kepada Allah l.<br />
Demikianlah, ia membutuhkan kesabaran dalam setiap keadaan. Dengan sabar, akan diperoleh keuntungan dan kesuksesan. Oleh karena itulah, Allah l menyebutkan ahlul jannah (penghuni surga) dengan firman-Nya:<br />
Dan para malaikat masuk kepada tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan), “Keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian.” Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (Ar-Ra’d: 23—24)<br />
Demikian pula firman-Nya:<br />
“Mereka itulah yang dibalasi dengan martabat yang tinggi dalam surga karena kesabaran mereka….” (Al-Furqan: 75)<br />
Dengan kesabaranlah mereka memperoleh surga berikut kenikmatannya dan mencapai tempat-tempat yang tinggi.<br />
Seorang hamba hendaklah meminta keselamatan kepada Allah l, agar dihindarkan dari <a title="musibah" href="http://asysyariah.com/musibah.html">musibah</a> yang ia tidak mengetahui akibatnya. Akan tetapi, bila musibah itu tetap menghampirinya, tugasnya adalah bersabar. Kesabaran merupakan hal yang diperintahkan dan Allah l-lah yang menolong hamba-Nya.<br />
Allah l menjanjikan dalam kitab-Nya dan melalui lisan Rasul-Nya bahwa orang-orang yang bersabar akan beroleh ganjaran yang tinggi lagi mulia.<br />
Allah l berjanji akan menolong mereka dalam semua urusan, menyertai mereka dengan penjagaan, taufik dan pelurusan-Nya, mencintai dan mengokohkan hati serta telapak kaki mereka.<br />
Allah l akan memberikan ketenangan dan ketenteraman, memudahkan mereka melakukan banyak ketaatan.<br />
Dia juga akan menjaga mereka dari penyelisihan.<br />
Dia memberikan keutamaan kepada mereka dengan shalawat, rahmat, dan hidayah ketika tertimpa musibah.<br />
Dia mengangkat mereka kepada tempat-tempat yang paling tinggi di dunia dan akhirat.<br />
Dia berjanji menolong mereka, memudahkan menempuh jalan yang mudah, dan menjauhkan mereka dari kesulitan.<br />
Dia menjanjikan mereka memperoleh kebahagiaan, keberuntungan, dan kesuksesan.<br />
Dia juga akan memberi mereka pahala tanpa hitungan.<br />
Dia akan mengganti apa yang luput dari mereka di dunia dengan ganti yang lebih banyak dan lebih baik daripada hal-hal yang mereka cintai yang telah diambil dari mereka.<br />
Allah l pun akan mengganti hal-hal tidak menyenangkan yang menimpa mereka dengan ganti yang segera, banyaknya berlipat-lipat daripada musibah yang menimpa mereka.<br />
Sabar itu pada mulanya sulit dan berat, namun pada akhirnya mudah lagi terpuji akibatnya. Ini sebagaimana dikatakan dalam bait syair berikut.<br />
وَالصَّبْرُ مِثْلُ اسْمِهِ مُرٌّ مَذَاقَتُهُ<br />
لَكِنَّ عَوَاقِبَهُ أَحْلَى مِنَ الْعَسَلِ<br />
Sabar itu seperti namanya, pahit rasanya<br />
Akan tetapi, akibatnya lebih manis daripada madu.</p>
<p>Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.<br />
(Diterjemahkan Ummu Ishaq al-Atsariyyah dari kitab Bahjatu Qulubil Abrar wa Qurratu ‘Uyunil Akhyar fi Syarhi Jawami’il Akhbar, hadits ke-33, hlm. 9l—93, Al-’Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman ibnu Nashir as-Sa’di t)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : <a href="http://asysyariah.com/keutamaan-iffah-dan-bersabar.html">http://asysyariah.com/keutamaan-iffah-dan-bersabar.html</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cembeliq.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cembeliq.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cembeliq.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cembeliq.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cembeliq.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cembeliq.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cembeliq.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cembeliq.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cembeliq.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cembeliq.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cembeliq.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cembeliq.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cembeliq.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cembeliq.wordpress.com/309/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cembeliq.wordpress.com&amp;blog=3593436&amp;post=309&amp;subd=cembeliq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cembeliq.wordpress.com/2012/01/25/keutamaan-iffah-dan-bersabar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb7410009ef78c2b452c7846cb65ad73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cembeliq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wisata Batu Kuda</title>
		<link>http://cembeliq.wordpress.com/2011/12/13/wisata-batu-kuda/</link>
		<comments>http://cembeliq.wordpress.com/2011/12/13/wisata-batu-kuda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 08:36:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cembeliq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cembeliq.wordpress.com/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Bukit Batu Kuda, Tempat Camping Di Bandung Yang Lumayan Asik &#160; Di kaki pegunungan Manglayang, Cileunyi, Bandung, ada sebuah tempat camping di bandung yang teduh dengan hamparan hijau rerumputan yang dipenuhi pohon pinus. Selain untuk kemping, tempat ini cocok pula bagi mereka yang suka mendaki gunung dan memotret pemandangan. &#160; &#160; Tak hanya itu, tempat yang dikenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cembeliq.wordpress.com&amp;blog=3593436&amp;post=306&amp;subd=cembeliq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:large;">Bukit Batu Kuda, Tempat Camping Di Bandung Yang Lumayan Asik</span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size:small;">Di kaki pegunungan Manglayang, Cileunyi, Bandung, ada sebuah <a href="http://id.88db.com/Perjalanan-Wisata/Paket-Perjalanan/ad-209577/" target="_blank"><strong>tempat camping di bandung</strong></a> yang teduh dengan hamparan hijau rerumputan yang dipenuhi pohon pinus. Selain untuk kemping, tempat ini cocok pula bagi mereka yang suka mendaki gunung dan memotret pemandangan.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.bandungkabmozaik.com/img_galeri/215773261954phoca_thumb_l_situs%20batu%20kuda.jpg" alt="" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size:small;">Tak hanya itu, tempat yang dikenal dengan nama Batu Kuda ini juga diminati para manula yang merasa jenuh dengan hiruk pikuk kota. Bahkan, muda mudi pun banyak yang menghabiskan waktu hanya untuk menikmati hamparan hijau rerumputan, pohon pinus, langit yang kebiru-biruan, dan Kota Bandung yang tampak memukau.</span></p>
<p><span style="font-size:small;">Jika Anda tertarik mengunjungi tempat ini, bekali diri dengan peralatan dan makanan yang cukup. Alasannya, di tempat ini jarang sekali warung.Apalagi, jika Anda ingin melihat Batu Kuda, yang letaknya sekitar 700 meter dari tempat Anda membeli karcis masuk. Warung hanya terdapat di dekat tempat parkir. Itu pun jumlahnya hanya segelintir dan tidak banyak makanan</span></p>
<p><span style="font-size:small;">Akses ke tempat ini pun cukup mudah. Anda bisa mengendarai motor atau mobil. Bahkan, kalau fisik Anda sanggup, berjalan kaki pun tak menjadi masalah. Beberapa pendaki gunung mencoba tantangan menaklukkan puncak Manglayang dalam setengah sehari, dan mereka berhasil.</span></p>
<p><span style="font-size:small;">Nah, tertarik mencoba tempat kemping yang satu ini? Nikmati panorama pegunungan yang penuh ion positif dan keromantisannya. Romantis? Tentu saja pemandangan berupa pepohonan pinus dan hamparan rumput nan hijau. Tempat ini layak dijadikan alternatif tujuan kemping Anda. Penasaran, bukan? Selamat mencoba.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cembeliq.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cembeliq.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cembeliq.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cembeliq.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cembeliq.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cembeliq.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cembeliq.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cembeliq.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cembeliq.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cembeliq.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cembeliq.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cembeliq.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cembeliq.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cembeliq.wordpress.com/306/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cembeliq.wordpress.com&amp;blog=3593436&amp;post=306&amp;subd=cembeliq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cembeliq.wordpress.com/2011/12/13/wisata-batu-kuda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb7410009ef78c2b452c7846cb65ad73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cembeliq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bandungkabmozaik.com/img_galeri/215773261954phoca_thumb_l_situs%20batu%20kuda.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Siapkan Bekalmu demi Masa Depanmu</title>
		<link>http://cembeliq.wordpress.com/2011/10/13/siapkan-bekalmu-demi-masa-depanmu/</link>
		<comments>http://cembeliq.wordpress.com/2011/10/13/siapkan-bekalmu-demi-masa-depanmu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2011 05:51:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cembeliq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cembeliq.wordpress.com/?p=301</guid>
		<description><![CDATA[بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ   Nasihat Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu rahimahullah   Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:   كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cembeliq.wordpress.com&amp;blog=3593436&amp;post=301&amp;subd=cembeliq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<address><strong>بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ</strong></address>
<address> </address>
<address>Nasihat <strong>Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu</strong> <em>rahimahullah</em></address>
<address> </address>
<address><em>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</em></address>
<address> </address>
<blockquote><p>كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ</p>
<p>“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” <strong><em>[Ali Imran: 185]</em></strong></p></blockquote>
<address>Siapkan pundi-pundi bekalmu</address>
<address>Untuk masa yang pasti menantimu</address>
<address>Bila kematian datang menjemputmu</address>
<address>Sampailah sudah batas hayatmu</address>
<address> </address>
<blockquote><address>Tibalah saatnya kau bertaubat</address>
<address>Dari segala perilaku jahat</address>
<address>Hendaklah waspada wahai umat</address>
<address>Sebelum ajalmu dijemput malaikat</address>
<address> </address>
</blockquote>
<address>Di hari kiamat kau akan menyesal</address>
<address>Karena kau pergi tanpa bekal</address>
<address>Di tempat yang selalu dirundung sial</address>
<address>Peristiwa yang menanti di balik ajal </address>
<address> </address>
<blockquote><address>Tidakkah Anda merasa kecewa</address>
<address>Sahabatmu yang senyum ceria</address>
<address>Karena bekal yang cukup tersedia</address>
<address>Sedang dirimu haus dahaga</address>
</blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>[Dari buku: <strong>Bimbingan Islam untuk Pribadi dan Masyarakat</strong> (terjemahan dari <strong><em>Taujihat Islamiyah li Islahil Fardi wal Mujtama’</em></strong>), hal. 60-61]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cembeliq.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cembeliq.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cembeliq.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cembeliq.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cembeliq.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cembeliq.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cembeliq.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cembeliq.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cembeliq.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cembeliq.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cembeliq.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cembeliq.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cembeliq.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cembeliq.wordpress.com/301/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cembeliq.wordpress.com&amp;blog=3593436&amp;post=301&amp;subd=cembeliq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cembeliq.wordpress.com/2011/10/13/siapkan-bekalmu-demi-masa-depanmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb7410009ef78c2b452c7846cb65ad73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cembeliq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Sebatang Kayu, Amanah yang Nyaris Punah</title>
		<link>http://cembeliq.wordpress.com/2011/09/20/kisah-sebatang-kayu-amanah-yang-nyaris-punah/</link>
		<comments>http://cembeliq.wordpress.com/2011/09/20/kisah-sebatang-kayu-amanah-yang-nyaris-punah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 02:11:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cembeliq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Amanah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cembeliq.wordpress.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[Kisah Sebatang Kayu, Amanah yang Nyaris Punah (ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Harits) Tanda-tanda kiamat semakin banyak, semakin dekat. Sementara kebanyakan manusia lalai dari hari yang pasti mereka temui. Kisah ini terjadi di zaman dahulu di kalangan Bani Israil. Diceritakan oleh Rasulullah n kepada umatnya, agar menjadi ibrah bagi mereka yang berakal. Keutamaan Tauhid Segala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cembeliq.wordpress.com&amp;blog=3593436&amp;post=298&amp;subd=cembeliq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kisah Sebatang Kayu, Amanah yang Nyaris Punah</strong></p>
<p>(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Harits)</p>
<p>Tanda-tanda kiamat semakin banyak, semakin dekat. Sementara kebanyakan manusia lalai dari hari yang pasti mereka temui. Kisah ini terjadi di zaman dahulu di kalangan Bani Israil. Diceritakan oleh Rasulullah n kepada umatnya, agar menjadi ibrah bagi mereka yang berakal.</p>
<p>Keutamaan Tauhid</p>
<p>Segala sesuatu yang kita lakukan tidak lepas dari ikatan tauhid. Karena hidup kita di dunia hanya punya satu tujuan luhur, yaitu mengabdi (beribadah) hanya kepada Allah (Tauhidullah). Inilah yang Allah l firmankan:</p>
<p>“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)</p>
<p>Sehingga apapun aktivitas kita, hendaknya bernilai ibadah di sisi Allah, meski hanya sekadar interaksi dengan sesama.</p>
<p>Allah juga l berfirman:</p>
<p>“Katakanlah: ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya’.” (Al-An’am: 162-163)</p>
<p>Begitu agung nilai tauhid dalam kehidupan manusia, seandainya mereka mau mengerti. Tapi kebanyakan kita seolah-olah tidak ingin mengerti, merasa tauhid itu gampang. Subhanallah.</p>
<p>Seandainya benar yang mereka katakan, tentulah Rasulullah n tidak berjuang dengan sekuat tenaga, menjaga dan menutup semua pintu yang dapat merusak tauhid pada umatnya. Perhatikanlah, hingga saat-saat beliau di atas ranjang kematian, tak henti-hentinya beliau mengingatkan perkara tauhid ini.</p>
<p>‘Aisyah x menceritakan: “Rasulullah n bersabda dalam sakit yang membawa ajalnya:</p>
<p>لَعَنَ اللهُ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ. -لَوْلَا ذَلِكَ أُبْرِزَ قَبْرُهُ غَيْرَ أَنَّهُ خَشِيَ أَنْ يُتَّخَذَ مَسْجِدًا</p>
<p>“Semoga Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nashara, mereka telah menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai masjid”, kalau tidak demikian, tentulah ditampakkan kuburan beliau, hanya saja dikhawatirkan kuburan itu dijadikan masjid.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Menjadikan kuburan sebagai masjid, yakni sebagai tempat ibadah; shalat dan berdoa di kuburan tersebut, dalam keadaan menyangka bahwa ibadah di kuburan lebih utama daripada di tempat lain. Perbuatan seperti inilah yang dahulu menjerumuskan kaum Nabi Nuh q kepada penyembahan berhala. Wallahul Musta’an.</p>
<p>Di antara faedah dan keutamaan tauhid yang ingin kami ungkapkan di sini ialah bahwasanya tauhid itu memudahkan pemiliknya untuk melakukan berbagai kebaikan, meninggalkan kemungkaran dan menghiburnya ketika dia mengalami musibah.</p>
<p>Seseorang yang ikhlas dalam beriman dan bertauhid karena Allah l, tentu mudah baginya melakukan setiap bentuk ketaatan, karena dia mengharap keridhaan Allah l dan pahala-Nya. Ringan pula baginya meninggalkan segala macam kemaksiatan, karena rasa takutnya kepada Allah dan siksa-Nya.1</p>
<p>Ketika tauhid itu berakar kuat lagi sempurna dalam sanubari seorang hamba, maka Allah jadikan dia cinta kepada iman dan semua konsekuensinya. Allah jadikan indah dalam pandangannya keimanan tersebut. Allah l tumbuhkan kebencian pada dirinya terhadap kekafiran dengan segala bentuknya, demikian pula berbagai kemaksiatan. Allah akan menjadikannya sebagai bagian dari orang-orang yang lurus (mendapat petunjuk).</p>
<p>Dengan kokohnya tauhid dalam diri seseorang, semakin besar pula sikap ta’zhim (pengagungan) nya kepada Allah l. Dia akan segera menjalankan perintah Allah l, segera pula menjauhi larangan-Nya. Sehingga jangan tanya tentang hak yang harus ditunaikannya, atau kewajiban lain yang mesti dijalankannya. Semua itu tentu akan segera dan sempurna dia laksanakan.</p>
<p>Seorang hamba yang jujur kepada Allah l tentu hanya mencari ridha Rabbnya semata, di manapun dia berada. Dia tidak akan mengharapkan pujian, ketenaran, dan harta dunia lainnya. Dia hanya mengharap ridha Allah l. Kejujuran iman dan tauhid seorang manusia akan mendorongnya untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak. Hal ini sebagai bentuk ketaatan dan ta’zhim-nya kepada Allah l.</p>
<p>Allah l berfirman:</p>
<p>“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.” (An-Nisa`: 58)</p>
<p>Ayat ini umum, berlaku untuk para pemegang tampuk kekuasaan atau wewenang, maupun orang biasa, dalam semua hal.2</p>
<p>Ketika hati dipenuhi rasa ta’zhim (pengagungan) kepada Allah l, pemiliknya tentu bersegera menunaikan hak yang ditanggungnya dan berusaha sungguh-sungguh memenuhinya.</p>
<p>Kisah Sebatang Kayu</p>
<p>Salah satu gambaran yang dapat dijadikan pelajaran adalah apa yang diceritakan oleh Rasulullah n tentang dua orang Bani Israil di zaman dahulu. Kisah ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari secara mu’allaq dalam Shahih-nya dan Al-Imam Ahmad dalam Musnad-nya dari hadits Abu Hurairah, dari Rasulullah n:</p>
<p>أَنَّهُ ذَكَرَ رَجُلاً مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ سَأَلَ بَعْضَ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنْ يُسْلِفَهُ أَلْفَ دِينَارٍ، فَقَالَ :ائْتِنِي بِالشُّهَدَاءِ أُشْهِدُهُمْ. فَقَالَ: كَفَى بِاللهِ شَهِيدًا. قَالَ: فَأْتِنِي بِالْكَفِيلِ. قَالَ: كَفَى بِاللهِ كَفِيلاً. قَالَ: صَدَقْتَ. فَدَفَعَهَا إِلَيْهِ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَخَرَجَ فِي الْبَحْرِ فَقَضَى حَاجَتَهُ ثُمَّ الْتَمَسَ مَرْكَبًا يَرْكَبُهَا يَقْدَمُ عَلَيْهِ لِلْأَجَلِ الَّذِي أَجَّلَهُ فَلَمْ يَجِدْ مَرْكَبًا، فَأَخَذَ خَشَبَةً فَنَقَرَهَا فَأَدْخَلَ فِيهَا أَلْفَ دِينَارٍ وَصَحِيفَةً مِنْهُ إِلَى صَاحِبِهِ ثُمَّ زَجَّجَ مَوْضِعَهَا ثُمَّ أَتَى بِهَا إِلَى الْبَحْرِ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ أَنِّي كُنْتُ تَسَلَّفْتُ فُلَانًا أَلْفَ دِينَارٍ فَسَأَلَنِي كَفِيلاً فَقُلْتُ كَفَى بِاللهِ كَفِيلاً، فَرَضِيَ بِكَ وَسَأَلَنِي شَهِيدًا فَقُلْتُ كَفَى بِاللهِ شَهِيدًا فَرَضِيَ بِكَ، وَأَنِّي جَهَدْتُ أَنْ أَجِدَ مَرْكَبًا أَبْعَثُ إِلَيْهِ الَّذِي لَهُ فَلَمْ أَقْدِرْ وَإِنِّي أَسْتَوْدِعُكَهَا. فَرَمَى بِهَا فِي الْبَحْرِ حَتَّى وَلَجَتْ فِيهِ ثُمَّ انْصَرَفَ وَهُوَ فِي ذَلِكَ يَلْتَمِسُ مَرْكَبًا يَخْرُجُ إِلَى بَلَدِهِ. فَخَرَجَ الرَّجُلُ الَّذِي كَانَ أَسْلَفَهُ يَنْظُرُ لَعَلَّ مَرْكَبًا قَدْ جَاءَ بِمَالِهِ فَإِذَا بِالْخَشَبَةِ الَّتِي فِيهَا الْمَالُ فَأَخَذَهَا لِأَهْلِهِ حَطَبًا، فَلَمَّا نَشَرَهَا وَجَدَ الْمَالَ وَالصَّحِيفَةَ ثُمَّ قَدِمَ الَّذِي كَانَ أَسْلَفَهُ، فَأَتَى بِاْلأَلْفِ دِينَارٍ فَقَالَ: وَاللهِ، مَا زِلْتُ جَاهِدًا فِي طَلَبِ مَرْكَبٍ لِآتِيَكَ بِمَالِكَ فَمَا وَجَدْتُ مَرْكَبًا قَبْلَ الَّذِي أَتَيْتُ فِيهِ. قَالَ: هَلْ كُنْتَ بَعَثْتَ إِلَيَّ بِشَيْءٍ؟ قَالَ: أُخْبِرُكَ أَنِّي لَمْ أَجِدْ مَرْكَبًا قَبْلَ الَّذِي جِئْتُ فِيهِ. قَالَ: فَإِنَّ اللهَ قَدْ أَدَّى عَنْكَ الَّذِي بَعَثْتَ فِي الْخَشَبَةِ فَانْصَرِفْ بِاْلأَلْفِ الدِّينَارِ رَاشِدًا</p>
<p>Beliau (n) menyebut-nyebut seorang laki-laki Bani Israil yang meminta kepada seseorang dari Bani Israil lainnya agar meminjaminya seribu dinar. Maka berkatalah si pemilik uang: “Datangkan saksi untukku, agar aku persaksikan kepada mereka.”</p>
<p>Laki-laki yang meminjam itu berkata: “Cukuplah Allah sebagai saksi.”</p>
<p>Si pemilik uang berkata lagi: “Berikan untukku yang menjamin.”</p>
<p>Orang yang meminjam berkata: “Cukuplah Allah sebagai Penjamin.”</p>
<p>Si pemilik uang pun berkata: “Engkau benar.” Lalu dia menyerahkan uang itu sampai waktu yang telah ditentukan.</p>
<p>Kemudian, si peminjam berlayar dan menyelesaikan urusannya. Setelah itu dia mencari angkutan yang akan membawanya kepada temannya karena waktu yang telah ditentukan. Namun, dia tidak mendapatkannya. Akhirnya dia mengambil sebatang kayu lalu melubanginya dan memasukkan seribu dinar itu ke dalamnya disertai sehelai surat kepada sahabatnya. Kemudian dia perbaiki pecahan lubang, lalu dibawanya kayu itu ke laut. Diapun berdoa: “Ya Allah. Sesungguhnya Engkau tahu bahwa aku pernah meminjam dari si Fulan seribu dinar, lalu dia minta jaminan, maka aku katakan: ‘Cukuplah Allah sebagai Penjamin’ dan diapun ridha Engkau sebagai Penjamin. Diapun minta kepadaku saksi, lalu aku katakan: ‘Cukuplah Allah sebagai saksi’, dan diapun meridhainya. Sesungguhnya aku sudah berusaha sungguh-sungguh mencari kendaraan menyerahkan hak ini kepadanya, namun aku tidak kuasa. Dan saya titipkan uang ini kepada Engkau.”</p>
<p>Si laki-laki itu melemparkan kayu itu hingga masuk ke laut. Kemudian dia pulang dalam keadaan tetap mencari kendaraan untuk menuju negeri sahabatnya.</p>
<p>Sementara orang yang meminjamkan uang itu keluar menunggu-nunggu, barangkali ada kendaraan yang membawa hartanya. Ternyata dia hanya menemukan sepotong kayu yang di dalamnya ada harta. Diapun mengambil kayu itu sebagai kayu bakar keluarganya. Setelah dia menggergaji kayu itu, dia dapatkan harta dan sehelai surat.</p>
<p>Kemudian, datanglah orang yang dahulu dipinjaminya uang. Orang itu datang membawa seribu dinar. Dia berkata: “Demi Allah, saya selalu berusaha mencari kendaraan untuk menemui engkau dengan membawa hartamu ini. Tapi saya tidak mendapatkan satu kendaraanpun sebelum saya datang ini.”</p>
<p>Si pemilik uang berkata: “Apakah engkau pernah mengirimi saya sesuatu?”</p>
<p>Kata si peminjam itu: “Saya terangkan kepadamu, bahwa saya tidak menemukan kendaraan sebelum saya datang ini.”</p>
<p>Laki-laki pemilik uang itu berkata lagi: “Sesungguhnya Allah telah menunaikan hutangmu, (dengan) harta yang engkau kirimkan dalam sebatang kayu. Silakan kembali dengan seribu dinar itu dengan selamat.”</p>
<p>Perhatikanlah kata-kata si peminjam. Dengan penuh keyakinan dia mengatakan: “Cukuplah Allah sebagai saksi.” Seolah-olah dia hendak mengingatkan saudaranya, bukankah tidak ada satupun yang tersembunyi bagi Allah? Dia Maha Tahu segala sesuatu yang tampak maupun yang tersembunyi. Maha Menyaksikan segala sesuatu. Dia Menyaksikan keadaan dan perbuatan kita.</p>
<p>Kemudian, simaklah apa yang dikatakan si pemilik uang? Sangsikah dia?</p>
<p>Tidak. Dengan tegas pula dia menerima. Seolah-olah dia hendak menyatakan, bahwa dia menerima Allah sebagai saksi, tapi: “Berikan untukku yang menjamin”, yang akan menjamin harta ini, kalau engkau tidak datang melunasinya.</p>
<p>Laki-laki yang hatinya dipenuhi ta’zhim kepada Allah itu dengan keyakinan penuh kembali mengatakan: “Cukuplah Allah sebagai Penjamin”, seakan dia ingin mengingatkan kembali saudaranya: tidak cukupkah bagimu Allah Rabb semesta alam, Yang Menguasai langit dan bumi sebagai Penjamin bagiku?</p>
<p>Pemilik harta yang hatinya juga berisi ta’zhim kepada Allah l ini spontan menerima. Kemudian diapun menyerahkan seribu dinar yang diinginkan saudaranya sampai pada waktu yang telah disepakati.</p>
<p>Setelah itu, berangkatlah laki-laki yang meminjam ini berlayar, memenuhi kebutuhannya. Ketika tiba waktu yang dijanjikan, diapun mencari kapal untuk menemui saudaranya, demi memenuhi janjinya. Sekian lama mencari, dia tak kunjung mendapatkan kapal yang membawanya ke negeri saudaranya.</p>
<p>Waktu semakin dekat, angkutan kapal belum juga dia dapatkan. Putus asakah dia, lalu meminta uzur? Ternyata tidak, dia tetap berusaha.</p>
<p>Kesungguhannya untuk menunaikan amanah, dilihat oleh Allah. Sehingga Allah l kirimkan kepadanya sepotong kayu yang hanyut dibawa gelombang. Melihat kayu itu, dia segera mengambilnya dan melubanginya. Kemudian seribu dinar milik saudaranya, dia masukkan ke dalam kayu itu disertai sepucuk surat, lalu dia perbaiki.</p>
<p>Kemudian, dia bersimpuh, berbisik di hadapan Rabbnya Yang Maha Tahu lagi Maha Mendengar: “Ya Allah. Sesungguhnya Engkau tahu bahwa aku pernah meminjam dari si Fulan seribu dinar, lalu dia minta penjamin, maka aku katakan: ‘Cukuplah Allah sebagai Penjamin’ dan diapun ridha Engkau sebagai Penjamin. Diapun minta kepadaku saksi, lalu aku katakan: ‘Cukuplah Allah sebagai saksi’,  dan diapun meridhainya. Sesungguhnya aku sudah berusaha sungguh-sungguh mencari kapal menyerahkan hak ini kepadanya, namun aku tidak kuasa. Dan saya titipkan uang ini kepada Engkau.”</p>
<p>Setelah selesai, kayu itu dilemparkannya kembali ke laut. Kayupun hanyut bersama gelombang.</p>
<p>Perhatikanlah doa dan apa yang dilakukannya. Betapa tebal keyakinan dan kepercayaannya kepada Allah l. Salah satu buah dari tauhid yang sempurna.</p>
<p>Kemudian, apakah dia berpangku tangan, merasa sudah cukup dengan tindakan itu? Belum. Dia tetap berusaha mencari kapal. Ingin berangkat sendiri menemui saudaranya guna melunasi pinjamannya.</p>
<p>Mengapa dia lakukan demikian? Tidak lain, karena khawatir dia menodai kemuliaan Allah yang telah dia jadikan sebagai saksi dan Penjamin.</p>
<p>Sementara sahabatnya, yang dipinjami, menunggu kedatangannya. Di tepi  pantai dia melihat ke laut lepas, mudah-mudahan ada kapal yang datang ke daerahnya. Harap-harap cemas muncul. Ternyata tak ada satupun kapal yang berlabuh. Tapi dia tidak berburuk sangka kepada saudaranya. Mereka telah sepakat Allah menjadi Saksi dan Penjamin.</p>
<p>Ketika dia mendekat ke pantai, dia melihat sepotong kayu hanyut ke tepi tempat dia berdiri. Diapun memungut kayu itu dan membawanya pulang untuk jadi kayu bakar bagi keluarganya.</p>
<p>Begitu tiba di rumah, dia memotong kayu itu. Ternyata di dalamnya dia lihat uang seribu dinar dan sepucuk surat. Kiranya uang itulah yang ditunggunya, dan surat itu adalah pengganti saudaranya yang tak kunjung hadir.</p>
<p>Tak lama, datanglah saudaranya yang meminjam uang seribu dinar, dalam keadaan membawa seribu dinar lainnya sebagai ganti, khawatir kalau-kalau uang itu belum sampai di tangan saudaranya. Ketika dia bermaksud menyerahkan seribu dinar itu, saudaranya yang meminjamkan harta itu bertanya: “Apakah engkau pernah mengirimi saya sesuatu?” Laki-laki yang meminjam itu berkata: “Saya terangkan kepadamu, bahwa saya tidak menemukan kendaraan sebelum saya datang ini.”</p>
<p>Kata si pemilik harta: “Sesungguhnya Allah telah menunaikan hutangmu, (dengan) harta yang engkau kirimkan dalam sebatang kayu. Silakan kembali,  dengan seribu dinar itu dengan selamat.”</p>
<p>Sebuah kisah yang menakjubkan. Betapa tidak. Di saat kebanyakan manusia lupa dengan amanah yang dipikulnya, menelantarkan hak yang wajib ditunaikannya, kisah ini menjadi pelajaran sekaligus peringatan bagi orang-orang yang mau memperbaiki dirinya.</p>
<p>Alangkah langkanya amanah ini di zaman kita.</p>
<p>Seandainya dikatakan kepada diri kita atau orang lain: “Lakukanlah seperti ini”, sebagai upaya menunjukkan kesungguhan dalam menunaikan amanah, mungkin kita akan sama membantah: “Apa kamu kira saya gila, meletakkan uang dalam lubang kayu, lalu dihanyutkan ke laut? Apalagi seribu dinar?”3</p>
<p>Mengapa?</p>
<p>Karena lemahnya keyakinan dalam hati kita, begitu pula iman dalam jiwa kita, sehingga penyandaran kepada materi dan hal-hal yang bersifat riil (nyata, tertangkap panca indera) lebih dominan dalam diri kita daripada kepada hal-hal yang bersifat ghaib. Padahal sebetulnya, keimanan terhadap yang ghaib adalah batasan yang tegas dan pembeda antara keimanan seorang muslim dengan keimanan seorang yang kafir.</p>
<p>Di antara faedah hadits ini:</p>
<p>1. Ilmu tentang Tauhidullah, di mana kedua lelaki ini sama-sama mengetahui Tauhidullah sehingga mendorong keduanya naik ke derajat paling tinggi dalam Ilmu Tauhid, yaitu ma’rifatullah l (pengenalan terhadap Allah) melalui nama dan sifat-Nya. Si peminjam berkata: “Cukuplah Allah sebagai saksi… cukuplah Allah sebagai Penjamin.”</p>
<p>2. Lelaki yang mengatakan: “Cukuplah Allah sebagai saksi… cukuplah Allah sebagai Penjamin.” adalah orang yang shalih. Artinya dia seorang yang ikhlas kepada Allah, mengikuti ajaran Nabi-Nya dalam menaati Allah l. Begitu pula dengan si pemilik harta, dia ridha dengan ganjaran dan pahala dari Allah, merasa puas dengan kesaksian Allah dan jaminan-Nya.</p>
<p>3. Khasy-yah (rasa takut) kepada Allah l dan ma’rifat yang sempurna tentang Allah l mendorong lelaki shalih yang meminjam harta ini memikirkan jalan, bagaimana caranya harta itu sampai di tangan saudaranya karena janji yang telah disepakati.</p>
<p>4. Rasa puasnya dengan tawakal kepada Allah l, sementara hal ini sulit ditemukan pada kebanyakan manusia pada hari ini karena lemahnya iman dan jahilnya mereka tentang nama dan sifat Allah l.</p>
<p>5. Allah sendiri yang memelihara batang kayu itu, karena laki-laki shalih tersebut beramal dengan ucapan para Nabi: “Jagalah Allah, niscaya Dia pasti menjagamu.”</p>
<p>6. Namun demikian, laki-laki shalih ini tetap menjalankan sebab dengan membawa seribu dinar lain untuk sahabatnya.</p>
<p>7. Dalam hutang piutang dan pinjam meminjam, saksi dan jaminan termasuk hal-hal yang disyariatkan.</p>
<p>8. Wajibnya melunasi pinjaman, menepati janji dan tidak menunda-nunda (bila mampu).</p>
<p>Mudah-mudahan kisah singkat ini, menjadi cermin dan teladan bagi orang-orang yang ingin hidupnya berbahagia.</p>
<p>Wallahul Muwaffiq.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.asysyariah.com/syariah/ibrah/354-kisah-sebatang-kayu-amanah-yang-nyaris-punah-ibrah-edisi-46.html" target="_blank">AsySyariah.com</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cembeliq.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cembeliq.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cembeliq.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cembeliq.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cembeliq.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cembeliq.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cembeliq.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cembeliq.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cembeliq.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cembeliq.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cembeliq.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cembeliq.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cembeliq.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cembeliq.wordpress.com/298/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cembeliq.wordpress.com&amp;blog=3593436&amp;post=298&amp;subd=cembeliq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cembeliq.wordpress.com/2011/09/20/kisah-sebatang-kayu-amanah-yang-nyaris-punah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb7410009ef78c2b452c7846cb65ad73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cembeliq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Era Badai Fitnah Ancaman Dosa Riddah</title>
		<link>http://cembeliq.wordpress.com/2011/09/06/era-badai-fitnah-ancaman-dosa-riddah/</link>
		<comments>http://cembeliq.wordpress.com/2011/09/06/era-badai-fitnah-ancaman-dosa-riddah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Sep 2011 01:12:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cembeliq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[fitnah]]></category>
		<category><![CDATA[Riddah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cembeliq.wordpress.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah hadits shahih Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم menggambarkan bakal tibanya suatu masa di Akhir Zaman dimana fitnah datang secara massif sehingga dunia digambarkan menjadi laksana malam yang gelap gulita. Selanjutnya Nabi صلى الله عليه و سلم menerangkan betapa di masa itu jenis pelanggaran yang dilakukan kaum muslimin tidak lagi dapat digolongkan sebagai dosa kecil, bahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cembeliq.wordpress.com&amp;blog=3593436&amp;post=292&amp;subd=cembeliq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sebuah hadits shahih Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم menggambarkan bakal tibanya suatu masa di Akhir Zaman dimana fitnah datang secara massif sehingga dunia digambarkan menjadi laksana malam yang gelap gulita. Selanjutnya Nabi صلى الله عليه و سلم menerangkan betapa di masa itu jenis pelanggaran yang dilakukan kaum muslimin tidak lagi dapat digolongkan sebagai dosa kecil, bahkan tidak juga dosa besar. Sebab betapapun besarnya dosa seseorang, namun jika ia masih memiliki iman-tauhid yang benar dan ia bertaubat dengan sungguh-sungguh, niscaya Allah سبحانه و تعالى akan mengampuninya. Di era badai fitnah, kata Nabi صلى الله عليه و سلم , ancaman terbesar ialah kaum muslimin bakal melakukan pelanggaran yang tergolong <em>nawaqidh al-iman</em>(pembatal keislaman) alias terjangkiti virus MTS (Murtad Tanpa Sadar).</p>
<p>Pagi hari seorang lelaki masih beriman, tiba-tiba sore harinya ia telah menjadi kafir. Atau sore hari seseorang masih beriman, tiba-tiba pagi harinya ia telah menjadi kafir. Nabi صلى الله عليه و سلم tidak mengatakan “seseorang di pagi hari berbuat <strong><em>kebaikan</em></strong>, lalu di sore harinya berbuat <strong><em>kejahatan</em></strong>”. Tidak..! Tapi secara eksplisit Nabi صلى الله عليه و سلم mengatakan “<strong><em>pagi beriman, sore kafir</em></strong>.” Perbandingannya bukan antara berbuat baik dengan berbuat jahat, tetapi antara beriman dan kafir.</p>
<p align="center">بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ</p>
<p align="center">يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا</p>
<p align="center">وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا</p>
<p><em>Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: &#8220;Segeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti malam yang gelap gulita. Di pagi hari seorang laki-laki dalam keadaan mukmin, lalu kafir di sore harinya. Di sore hari seorang laki-laki dalam keadaan mukmin, lalu kafir di pagi harinya. Dia menjual agamanya dengan barang kenikmatan dunia.&#8221; </em><em>(</em><em>HR Muslim</em><em> - </em><em>169</em><em>) </em><em>Shahih</em></p>
<p>Jelas Nabi صلى الله عليه و سلم memperingatkan bahwa ketika dunia diwarnai oleh badai fitnah, maka ancaman yang muncul bukanlah sekedar keterlibatan dalam dosa-dosa kecil, bahkan tidak pula dosa-dosa yang besar, melainkan munculnya gejala <em>riddah</em> (kemurtadan). Bila seseorang telah terlibat dalam dosa kemurtadan, berarti ia telah kehilangan iman-tauhidnya. Ia telah kehilangan barang paling berharga dalam hidupnya. Ia telah kehilangan <em>miftah al-jannah </em>(kunci pembuka pintu surga). Sehingga bila ia sibuk mengerjakan berbagai amal seperti sholat, puasa di bulan Ramadhan, sedekah, umrah dan lain sebagainya, maka semua perbuatan itu menjadi sia-sia. Sebab tanpa iman segala amal kebaikan seseorang menjadi tidak bernilai di mata Allah سبحانه و تعالى .</p>
<p align="center">وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ</p>
<p align="center">الظَّمْآنُ مَاءً حَتَّى إِذَا جَاءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا</p>
<p><em>“Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apa pun.” (QS An-Nur 39)</em></p>
<p>Orang yang asalnya beriman (muslim) lalu terjangkiti virus kemurtadan, maka ia tidak ada bedanya dengan orang yang kafir. Amal apapun yang ia kerjakan menjadi laksana fatamorgana, terhapus tanpa bekas dan penilaian di sisi Allah سبحانه و تعالى .</p>
<p align="center">وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ</p>
<p align="center">أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ</p>
<p><em>“Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS Al-Baqarah 217)</em></p>
<p>Oleh karena itu, sangat penting sekali bagi muslim yang sadar bahwa ia sedang hidup di era badai fitnah untuk mempelajari apa saja perkara yang termasuk <em>nawaqidh al-iman</em> (pembatal keislaman) agar ia dapat menghindarkan dirinya dari terjangkit virus MTS alias gejala kemurtadan. Dan perlu diketahui bahwa era badai fitnah ini merupakan pra-kondisi menjelang hadirnya puncak fitnah. Sebab seluruh fitnah yang terjadi di dunia pada hakikatnya adalah dalam rangka menyongsong kehadiran puncak fitnah alias fitnah paling dahsyat sepanjang zaman, yaitu fitnah Ad-Dajjal. Dan menjelang kehadiran puncak fitnah dunia akan menyaksikan aneka fitnah bermunculan dan kian mewabah sampai hadirnya puncak fitnah. Demikian pula, karena Ad-Dajjal merupakan puncak fitnah, maka ia akan menjadi puncak thaghut penguasa zalim. Dan sebelum kehadiran Ad-Dajjal sebagai puncak thaghut penguasa zalim, maka dunia bakal diramaikan oleh hadirnya aneka thaghut penguasa zalim dalam rangka menyongsong puncak thaghut penguasa zalim yang mereka nantikan kehadirannya itu. Inilah yang disebut oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم di dalam haditsnya mengenai periodisasi perjalanan sejarah ummat Islam sebagai babak keempat, yaitu babak kepemimpinan para <em>Mulkan Jabriyyan</em>(para penguasa yang memaksakan kehendak). Inilah babak yang sedang dijalani ummat Islam dewasa ini. <em>The darkest ages of the Islamic history </em>(era paling kelam dalam sejarah Islam).</p>
<p align="center">ذُكِرَ الدَّجَّالُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَأَنَا لَفِتْنَةُ بَعْضِكُمْ أَخْوَفُ عِنْدِي مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ وَلَنْ يَنْجُوَ أَحَدٌ مِمَّا قَبْلَهَا إِلَّا نَجَا مِنْهَا وَمَا صُنِعَتْ فِتْنَةٌ مُنْذُ كَانَتْ الدُّنْيَا صَغِيرَةٌ وَلَا كَبِيرَةٌ إِلَّا لِفِتْنَةِ الدَّجَّالِ</p>
<p><em>Ad-Dajjal disebut-sebut di dekat Rasulullah صلى الله عليه و سلم lalu beliau bersabda: &#8220;Sungguh fitnah sebagian dari kalian lebih aku takutkan dari fitnahnya Ad-Dajjal dan tiada seseorang dapat selamat dari aneka fitnah sebelum fitnah Ad-Dajjal melainkan pasti selamat pula darinya (fitnah Dajjal) sesudahnya. Dan tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini –baik kecil ataupun besar- kecuali untuk (menjemput) fitnah Ad-Dajjal.&#8221; (AHMAD &#8211; 22215) Shahih</em></p>
<p>Artinya, barangsiapa yang mengaku muslim dan sanggup menyelamatkan dirinya menghadapi aneka fitnah sebelum Ad-Dajjal keluar, maka Nabi صلى الله عليه و سلم menjamin bahwa muslim tersebut bakal selamat menghadapi puncak fitnah, yaitu Ad-Dajjal ketika ia keluar. Barangsiapa yang mengaku muslim sanggup menyelamatkan diri menghadapi aneka thaghut penguasa zalim yang ada sebelum keluarnya Ad-Dajjal, maka Nabi صلى الله عليه و سلم menjamin bahwa muslim tersebut bakal selamat menghadapi puncak thaghut penguasa zalim Ad-Dajjal saat ia keluar. Allah سبحانه و تعالى menggambarkan seorang muslim-muwahhid sejati ialah yang secara istiqomah beriman kepada Allah سبحانه و تعالى seraya mengingkari thaghut.</p>
<p align="center">فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ</p>
<p align="center">بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ</p>
<p><em>“Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat (La ilaha illa Allah) yang tidak akan putus.”(QS Al-Baqarah 256)</em></p>
<p>Bagaimana seorang muslim dikatakan sebagai muwahhid (ahli tauhid) sejati bila ia hanya beriman kepada Allahسبحانه و تعالى namun tidak siap dan rela mengingkari thaghut? Apalagi saat menyadari bahwa kondisi dunia dewasa ini sedang didominasi oleh para Mulkan Jabriyyan berupa thaghut penguasa zalim yang menjadi pra-kondisi menjelang keluarnya puncak thaghut penguasa zalim Ad-Dajjal. Tidak sah, bukan tidak sempurna, tauhid seorang muslim bila ia sibuk menghamba kepada Allah سبحانه و تعالى namun ia tidak mau menjauhi dan mengingkari thaghut. Sikap separuh-separuh dalam ber-tauhid, sangat potensial menyebabkan seseorang terjangkit virus MTS alias dosa riddah&#8230;! Sebab ber-tauhid dengan dua sisi (beribadah kepada Allah سبحانه و تعالى dan menjauhi thaghut) merupakan pesan abadi para Rasul utusan Allah سبحانه و تعالى sepanjang masa:</p>
<p align="center">وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ</p>
<p align="center">اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ</p>
<p><em>Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): &#8220;Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu” (QS An-Nahl ayat 36)</em></p>
<p>Nabi صلى الله عليه و سلم memperingatkan kita bahwa pada saat Ad-Dajjal kelak keluar, maka Allah سبحانه و تعالىakan izinkan setiap orang yang iman-tauhidnya benar sanggup mendeteksi dan membaca tulisan “kafir’ di dahi Ad-Dajjal.</p>
<p align="center">وَإِنَّ الدَّجَّالَ مَمْسُوحُ الْعَيْنِ عَلَيْهَا ظَفَرَةٌ غَلِيظَةٌ مَكْتُوبٌ</p>
<p align="center">بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ كَاتِبٍ وَغَيْرِ كَاتِبٍ</p>
<p><em>Sesungguhnya Ad-Dajjal buta (sebelah) matanya, di atas matanya ada kulit tebal, diantara kedua matanya tertulis KAFIR yang bisa dibaca oleh setiap mu`min yang bisa baca tulis atau pun tidak.&#8221;.“(MUSLIM &#8211; 5223) Shahih</em></p>
<p>Artinya, barangsiapa yang sebelum keluarnya Ad-Dajjal sudah terkena aneka fitnah yang menyebabkan ancaman dosa riddah, maka jangan harap ia akan diizinkan Allah سبحانه و تعالى sanggup mendeteksi dan membaca tulisan kafir di dahi Ad-Dajjal. Malah karena ia tidak sanggup membacanya akibat raibnya iman-tauhid, maka besar kemungkinan iapun akan mengagumi Ad-Dajjal sebagaimana kaum kuffar akan mengaguminya. Jadi alih-alih ia sanggup menjauhi dan mengingkari puncak thaghut penguasa zalim Ad-Dajjal sebagaimana diperintahkan Allah سبحانه و تعالى , malah ia segera menyambut, bekerja-sama, mematuhi, mentaati bahkan menghamba kepada Ad-Dajjal. <em>Na’udzubillahi min dzaalika&#8230;!</em></p>
<p>Semoga Allah سبحانه و تعالى memelihara dan memantapkan iman-tauhid kita di era badai fitnah menjelang keluarnya puncak fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.</p>
<p align="center">اللهم إني أعوذبك بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ</p>
<p align="center">وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ</p>
<p><em>&#8220;Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari azab jahannam, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian dan dari jahatnya fitnah Al-Masih Ad-Dajjal&#8221; (HR Muslim 923)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.bolehjadikiamatsudahdekat.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=268:era-badai-fitnah-ancaman-dosa-riddah-&amp;catid=1:latest-news&amp;Itemid=55">http://www.bolehjadikiamatsudahdekat.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=268:era-badai-fitnah-ancaman-dosa-riddah-&amp;catid=1:latest-news&amp;Itemid=55</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cembeliq.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cembeliq.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cembeliq.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cembeliq.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cembeliq.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cembeliq.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cembeliq.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cembeliq.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cembeliq.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cembeliq.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cembeliq.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cembeliq.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cembeliq.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cembeliq.wordpress.com/292/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cembeliq.wordpress.com&amp;blog=3593436&amp;post=292&amp;subd=cembeliq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cembeliq.wordpress.com/2011/09/06/era-badai-fitnah-ancaman-dosa-riddah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb7410009ef78c2b452c7846cb65ad73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cembeliq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NASEHAT SYAIKH KHALID BIN DHAHWI AZH-ZHAFIRI HAFIZHAHULLAH TA’ALA</title>
		<link>http://cembeliq.wordpress.com/2011/07/29/nasehat-syaikh-khalid-bin-dhahwi-azh-zhafiri-hafizhahullah-ta%e2%80%99ala/</link>
		<comments>http://cembeliq.wordpress.com/2011/07/29/nasehat-syaikh-khalid-bin-dhahwi-azh-zhafiri-hafizhahullah-ta%e2%80%99ala/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 07:16:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cembeliq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cembeliq.wordpress.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[NASEHAT SYAIKH KHALID BIN DHAHWI AZH-ZHAFIRI HAFIZHAHULLAH TA’ALA Selasa, 26-Juli-2011, Penulis: ASY SYAIKH KHALID BIN DHAHAWI AZH-ZHAFIRI HAFIZHAHULLAH KALIMAT PENUTUP DAURAH MASYAYIKH, YANG DISAMPAIKAN OLEH SYAIKH KHALID BIN DHAHAWI AZH-ZHAFIRI HAFIZHAHULLAH TA’ALA 20 SYA’BAN 1432 H / 21 JULI 2011 M Bismillahirrahmanir Rahim Satu kalimat dipagi hari ini, disebabkan karena tidak lama lagi kami akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cembeliq.wordpress.com&amp;blog=3593436&amp;post=290&amp;subd=cembeliq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>NASEHAT SYAIKH KHALID BIN DHAHWI AZH-ZHAFIRI HAFIZHAHULLAH TA’ALA</p>
<p>Selasa, 26-Juli-2011, Penulis: ASY SYAIKH KHALID BIN DHAHAWI AZH-ZHAFIRI HAFIZHAHULLAH</p>
<p>KALIMAT PENUTUP DAURAH MASYAYIKH, YANG DISAMPAIKAN OLEH SYAIKH KHALID BIN DHAHAWI AZH-ZHAFIRI HAFIZHAHULLAH TA’ALA</p>
<p>20 SYA’BAN 1432 H / 21 JULI 2011 M</p>
<p>Bismillahirrahmanir Rahim</p>
<p>Satu kalimat dipagi hari ini, disebabkan karena tidak lama lagi kami akan melanjutkan perjalanan Insya Allah, maka saya berkata:</p>
<p>Pada hakekatnya, kami berterima kasih kepada kalian atas kesungguhan kalian untuk hadir (dalam daurah ini) dan semangat kalian untuk menuntut ilmu, dan perhatian kalian dan kemuliaan kalian dalam menjamu para tamu. Hal ini sangat jarang kami dapati di negeri- negeri yang lain. Sebagaimana yang telah kami katakan: bahwa tidaklah kami keluar meninggalkan negeri ini melainkan kami selalu merasa rindu untuk kembali lagi kepadanya, disebabkan apa yang kami saksikan dari persaudaraan yang jujur, dan perhatian yang besar kepada ilmu dari para ikhwan disini, dan pada kalian seluruhnya insya Allah.</p>
<p>Maka saya ingin wasiatkan kepada kalian wahai saudara-saudaraku karena Allah, aku nasehatkan untuk diriku dan juga kalian:</p>
<p>Pertama: untuk bertaqwa kepada Allah Ta’ala, dan senantiasa ta’at kepada-Nya, menjauh dari berbagai macam syubhat dan syahwat, menjauh dari jalan syaitan, sebab bertaqwa kepada Allah merupakan keselamatan.</p>
<p>Sebagaimana aku nasehatkan kalian untuk perhatian terhadap ilmu, membaca kitab- kitab, dan bersungguh- sungguh padanya, mendengarkan kaset- kaset dan syrah- syarah dari kitab- kitab para ulama yang telah dikenal, dan tidak mengambil dari siapa saja yang didengar dan dibaca kitab- kitabnya, namun harus engkau mengetahui bahwa orang ini termasuk dari kalangan ahli ilmu yang dipercaya ilmu, manhaj dan juga aqidahnya, sehingga engkau tidak terjerumus kedalam syubhat yang dia sampaikan dalam keadaan kamu tidak merasakannya. Kalian harus menambah perhatian terhadap ilmu dan menuntut ilmu.</p>
<p>Kemudian aku nasehatkan pula kalian untuk bersungguh- sungguh pula dalam mempelajari bahasa Arab, cukup banyak dikalangan para ikhwan yang kami datang setiap tahun namun dia tetap saja berada dalam level yang sama dalam bahasa arab (tidak ada peningkatan,pen), tentu ini merupakan satu kekurangan.</p>
<p>Seorang penuntut ilmu, dia tidak mempelajari dan memperluas ilmunya hingga dia benar- benar menekuni bahasa Arab. Mayoritas kitab-kitab para ulama dan kebanyakannya dengan bahasa ini, Al-qur’an dan as-sunnah juga dengan bahasa ini. Kami tidak mengingkari kesungguhan para ikhwan dalam penerjemahan, dan yang semisalnya, namun ini tidaklah mencukupi dari membaca kitab- kitab yang berbahasa Arab, sebab penerjamahan tersebut tergantung pada pemahaman seorang penerjemah dan kepandaiannya dalam bahasa Arab, dan manusia bertingkat-tingkat dalam perkara ini.</p>
<p>Sebagaimana aku wasiatkan kalian untuk semangat dalam persatuan dan persaudaraan diantara kalian, dan saling menasehati diantara kalian dengan cara lemah lembut dan halus, terkhusus diantara para ikhwah salafiyyin, dan menjauh dari sebab-sebab perselisihan, perpecahan, dan sebab yang menyebabkan kalian lalai dalam berdakwah dan mengalami kemunduran dalam berdakwah. Semua itu penyebabnya adalah perselisihan yang terjadi diantara kita. Jika muncul permusuhan atau perselisihan, hendaknya kedua belah pihak berusaha untuk menyelesaikannya dengan berbagai jalan dan usaha.</p>
<p>فلا تنازعوا فتفشلوا وتذهب ريحكم</p>
<p>“Janganlah kalian berselisih sehingga kalian terkalahkan dan hilang kekuatan kalian.”</p>
<p>Dengan perselisihan menyebabkan hilangnya kekuatan, dan dakwah terbengkalai, dan hilang kekuatan islam dan kaum muslimin.</p>
<p>Sebagaimana Aku wasiatkan kalian untuk berhati-hati dari yayasan- yayasan hizbiyah, sebab mayoritas kepentingan mereka terfokus pada kaum muslimin di luar negeri- negeri Arab, perhatian mereka terfokus disini, Indonesia, India, Pakistan, dan kebanyakan negeri- negeri yang jauh dari negeri- negeri Arab. Mereka mengerahkan kesungguhannya hingga mampu memalingkan manusia kepada hizbiyah mereka dan kepada hawa nafsunya, terkhusus apa yang mereka miliki dari fitnah, yaitu fitnah harta, dimana Yayasan Ihya At-Turats datang dan ingin menarik para pemuda dinegeri ini kedalam hizbiyahnya, dan mereka telah berhasil menarik dan menarik sambil membawa apa yang mereka miliki dari dunia, sehingga dakwah mereka tidak memberikan hasil, dan tidak menghasilkan kecuali kehinaan yang disebabkan terperosoknya kedalam lubang hizbiyah yang bid’ah. Demikian pula pada hari-hari belakangan ini Yayasan Darul Birr juga berusaha masuk ke tengah-tengah para ikhwan kita, namun akhirnya merekapun tersingkap walhamdulillah. Yayasan ini juga merupakan yayasan hizbiyah yang merupakan saudara kandung Ihya At-Turats, yang telah memberi bantuan kepada Abul Hasan Al-Ma’ribi dan mengundangnya ke Emirat Arb untuk mengadakan pengajian- pengajian, maka hendaknya berhati- hati dari hizbiyah dan yayasan ini.</p>
<p>Berkata Abdullah bin Mubarak Rahimahullah:</p>
<p>(لا تجعل لصاحب بدعة عليك منة فيميل إليه قلبك )</p>
<p>“jangan engkau menjadikan ahli bid’ah berbuat baik kepadamu sehingga hatimu condong kepadanya.”</p>
<p>Ahli bid’ah jika datang kepadamu, memberikan sesuatu kepadamu, dan berbuat baik kepadamu dengan satu hal, dan memberikan kepadamu harta, pada awalnya mereka berkata: kami tidak menginginkan sesuatu kepadamu, dan kami tidak memberi persyaratan, kami hanya ingin membantumu saja. Namun sedikit demi sedikit hingga akhirnya mereka mampu menarikmu dan menarik dakwahmu, sehingga kamupun membela mereka. Hal ini merupakan hal yang disaksikan dan kenyataan yang terjadi pada kebanyakan mereka.</p>
<p>Engkau mengajar dan belajar dibawah pohon leih baik bagimu daripada binasa bersama hizbiyah – hizbiyah dan yayasan yang binasa ini, engkau tidak akan dapat menghasilkan ilmu, agama dan juga sunnah. Maka sepantasnya seseorang berhati- hati dari hizbiyah ini dan yang lainnya.</p>
<p>Inilah wasiat antuk diri saya pribadi dan juga untuk kalian, saya berharap kalian dapat menerimanya dan menyimaknya. Demikian pula saya ulangi kembali ucapan terima kasih atas kalian dan juga atas semangat kalian. Kami memohon kepada Allah Azza Wajalla agar memberi kami dan juga kalian kekokohan diatas sunnah, dan mematikan kami diatasnya, dan menjadikan penutup hidup kami dengan Laa Ilaaha Illallaaah, dan mewafatkan kami dan kalian dalam keadaan muslim, serta menjauhkan kami dari berbagai fitnah yang jahat baik yang nampak maupun yang tersembunyi berupa syubhat dan syahwat. Kami memohon kepada Allah agar melindungi kami darinya.</p>
<p>Jazakumullah khaeran wabaarakallahu fiikum</p>
<p>Wassalaamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cembeliq.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cembeliq.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cembeliq.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cembeliq.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cembeliq.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cembeliq.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cembeliq.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cembeliq.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cembeliq.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cembeliq.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cembeliq.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cembeliq.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cembeliq.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cembeliq.wordpress.com/290/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cembeliq.wordpress.com&amp;blog=3593436&amp;post=290&amp;subd=cembeliq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cembeliq.wordpress.com/2011/07/29/nasehat-syaikh-khalid-bin-dhahwi-azh-zhafiri-hafizhahullah-ta%e2%80%99ala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb7410009ef78c2b452c7846cb65ad73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cembeliq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebab-sebab Penghapus Dosa</title>
		<link>http://cembeliq.wordpress.com/2011/07/26/sebab-sebab-penghapus-dosa/</link>
		<comments>http://cembeliq.wordpress.com/2011/07/26/sebab-sebab-penghapus-dosa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 09:57:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cembeliq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Dosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cembeliq.wordpress.com/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[Sebab-sebab Penghapus Dosa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: “Dosa-dosa itu akan mengurangi keimanan. Jika seorang hamba bertaubat, Allah ‘azza wajalla akan mencintainya. Derajatnya akan diangkat disebabkan taubatnya. Sebagian salaf mengatakan: ‘Dahulu setelah Nabi Dawud ‘alaihissalambertaubat, keadaannya lebih baik dibandingkan sebelum terjatuh dalam kesalahan. Barangsiapa yang ditakdirkan untuk bertaubat maka dirinya seperti yang dikatakan Sa’id ibnu Jubair rahimahullah, “Sesungguhnya seorang hamba [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cembeliq.wordpress.com&amp;blog=3593436&amp;post=287&amp;subd=cembeliq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Sebab-sebab Penghapus Dosa</strong></h2>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah <em>rahimahullah</em> mengatakan:</p>
<p>“Dosa-dosa itu akan mengurangi keimanan. Jika seorang hamba bertaubat, Allah<em> ‘azza wajalla</em> akan mencintainya. Derajatnya akan diangkat disebabkan taubatnya.</p>
<p>Sebagian salaf mengatakan: ‘Dahulu setelah Nabi Dawud <em>‘alaihissalam</em>bertaubat, keadaannya lebih baik dibandingkan sebelum terjatuh dalam kesalahan. Barangsiapa yang ditakdirkan untuk bertaubat maka dirinya seperti yang dikatakan Sa’id ibnu Jubair <em>rahimahullah</em>, “Sesungguhnya seorang hamba yang melakukan amalan kebaikan, bisa jadi dengan sebab amalan kebaikannya itu akan memasukkannya ke dalam neraka. Bisa jadi pula seorang hamba melakukan amalan kejelekan akan tetapi membawa dirinya masuk ke dalam surga. Hal itu karena ia membanggakan amalan kebaikannya. Sebaliknya, hamba yang terjatuh ke dalam kejelekan membawa dirinya untuk meminta ampun kepada Allah <em>subhanahu wata’ala</em>, kemudian Allah <em>subhanahu wata’ala</em>mengampuni kesalahan-kesalahannya.”</p>
<p>Telah disebutkan dalam hadits yang shahih bahwa Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> telah bersabda:</p>
<p>الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِمِ</p>
<p><em>“Amal-amal (seorang hamba) tergantung amalan-amalan yang dikerjakan pada akhir kehidupannya.”</em></p>
<p>Sesungguhnya kesalahan/dosa seorang mukmin akan dihapuskan dengan sepuluh sebab, sebagai berikut:</p>
<p>1. Bertaubat kepada Allah <em>subhanahu wata’ala</em> kemudian Allah <em>subhanahu wata’ala</em> mengampuninya. Karena seseorang yang bertaubat dari sebuah dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa.</p>
<p>2. Meminta ampun kepada Allah <em>subhanahu wata’ala</em> kemudian Allah <em>subhanahu wata’ala</em> mengampuninya.</p>
<p>3. Mengerjakan amalan-amalan kebaikan, karena amalan-amalan kebaikan akan menghapuskan amalan-amalan kejelekan.</p>
<p>4. Mendapatkan doa dari saudara-saudaranya yang beriman. Mereka memberikan syafaat kepadanya ketika masih hidup dan sesudah meninggal.</p>
<p>5. Mendapatkan hadiah pahala dari amalan-amalan saudara-saudaranya yang beriman agar Allah <em>subhanahu wata’ala</em> memberikan manfaat kepadanya dari hadiah tersebut.</p>
<p>6. Mendapatkan syafaat dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>.</p>
<p>7. Mendapatkan musibah-musibah di dunia ini yang akan menghapuskan dosa-dosanya.</p>
<p>8. Mendapatkan ujian-ujian di alam barzakh yang akan menghapus dosa-dosanya.</p>
<p>9. Mendapatkan ujian-ujian di padang Mahsyar pada hari kiamat yang akan menghapuskan dosa-dosanya.</p>
<p>10. Mendapatkan rahmat dari Arhamur Rahimin, Allah <em>subhanahu wata’ala</em>.</p>
<p>Barangsiapa yang tidak memiliki salah satu sebab dari sebab-sebab yang bisa menghapuskan dosa-dosa ini, janganlah ia mencela kecuali kepada dirinya sendiri. Sebagaimana Allah <em>subhanahu wata’ala</em> berfirman:</p>
<p>يَا عِبَادِي إِنَّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ ثُمَّ أُوَفِّيكُمْ إِيَّاهَا فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدِ اللهَ وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ</p>
<p><em>“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya ini adalah amalan-amalanmu. Aku menghitungnya untukmu kemudian Aku membalasinya untukmu. Maka barangsiapa yang mendapatkan kebaikan hendaklah ia memuji Allah, dan barangsiapa yang mendapatkan selain daripada itu maka janganlah ia mencela kecuali kepada dirinya sendiri.”</em></p>
<p>(Diambil dari Risalah Tuhfatul ‘Iraqiyah fi A’malil Qalbiyyah hal. 32-33, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah <em>rahimahullah</em>)</p>
<p>ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Jabbar</p>
<p>Sumber: <a href="http://asysyariah.com/syariah/oase/570-sebab-sebab-penghapus-dosa-oase-55.html">http://asysyariah.com/syariah/oase/570-sebab-sebab-penghapus-dosa-oase-55.html</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cembeliq.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cembeliq.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cembeliq.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cembeliq.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cembeliq.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cembeliq.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cembeliq.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cembeliq.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cembeliq.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cembeliq.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cembeliq.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cembeliq.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cembeliq.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cembeliq.wordpress.com/287/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cembeliq.wordpress.com&amp;blog=3593436&amp;post=287&amp;subd=cembeliq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cembeliq.wordpress.com/2011/07/26/sebab-sebab-penghapus-dosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb7410009ef78c2b452c7846cb65ad73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cembeliq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jalan Cinta Salman</title>
		<link>http://cembeliq.wordpress.com/2011/07/12/jalan-cinta-salman/</link>
		<comments>http://cembeliq.wordpress.com/2011/07/12/jalan-cinta-salman/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jul 2011 22:52:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cembeliq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cembeliq.wordpress.com/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abdullah bin Abbas Radliyallahu ‘Anhuma berkata, “Salman al-Farisi Radliyallahu ‘Anhu menceritakan biografinya kepadaku dari mulutnya sendiri. Dia berkata, “Aku seorang lelaki Persia dari Isfahan, warga suatu desa bernama Jai. Ayahku adalah seorang tokoh masyarakat yang mengerti pertanian. Aku sendiri yang paling disayangi ayahku dari semua makhluk Allah. Karena sangat sayangnya aku tidak diperbolehkan keluar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cembeliq.wordpress.com&amp;blog=3593436&amp;post=283&amp;subd=cembeliq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Abdullah bin Abbas Radliyallahu ‘Anhuma berkata, “Salman al-Farisi Radliyallahu ‘Anhu menceritakan biografinya kepadaku dari mulutnya sendiri. Dia berkata, “Aku seorang lelaki Persia dari Isfahan, warga suatu desa bernama Jai. Ayahku adalah seorang tokoh masyarakat yang mengerti pertanian. Aku sendiri yang paling disayangi ayahku dari semua makhluk Allah. Karena sangat sayangnya aku tidak diperbolehkan keluar rumahnya, aku diminta senantiasa berada di samping perapian&#8230;. Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah pilihan dan pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan pilahan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci. Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abu Darda’. ”Subhanallaah. . wal hamdulillaah. .”, girang Abu Darda’ mendengarnya. Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa. ”Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abud Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni. ”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati. ”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.” Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah. Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya! Itu mengejutkan dan ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu alasan; reaksi Salman. Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran; bahwa dia memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Mari kita dengar ia bicara. ”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!” SUBHANALLAH..!! *** dari banyak sumber edited H44</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cembeliq.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cembeliq.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cembeliq.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cembeliq.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cembeliq.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cembeliq.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cembeliq.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cembeliq.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cembeliq.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cembeliq.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cembeliq.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cembeliq.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cembeliq.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cembeliq.wordpress.com/283/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cembeliq.wordpress.com&amp;blog=3593436&amp;post=283&amp;subd=cembeliq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cembeliq.wordpress.com/2011/07/12/jalan-cinta-salman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb7410009ef78c2b452c7846cb65ad73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cembeliq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Praktek Para Salaf dalam Menjaga Pandangan</title>
		<link>http://cembeliq.wordpress.com/2011/06/18/praktek-para-salaf-dalam-menjaga-pandangan/</link>
		<comments>http://cembeliq.wordpress.com/2011/06/18/praktek-para-salaf-dalam-menjaga-pandangan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Jun 2011 01:57:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cembeliq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Menjaga]]></category>
		<category><![CDATA[Pandangan]]></category>
		<category><![CDATA[Salaf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cembeliq.wordpress.com/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Dari Al-Mada’ini dari syaikh-syaikh beliau berkata, “Sebagian orang pemerintahan di Bashrah hendak bertemu dengan Dawud bin Abdillah, maka Dawud pun pergi (menuju Bashrah) dan singgah di rumah salah seorang sahabat beliau yang terletak di pinggiran Bashrah. Sahabatnya ini adalah seorang yang sangat pencemburu. Dia memiliki seorang istri yang bernama Zarqaa’ yang cantik jelita. Pada suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cembeliq.wordpress.com&amp;blog=3593436&amp;post=280&amp;subd=cembeliq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Al-Mada’ini dari syaikh-syaikh beliau berkata, “Sebagian orang pemerintahan di Bashrah hendak bertemu dengan Dawud bin Abdillah, maka Dawud pun pergi (menuju Bashrah) dan singgah di rumah salah seorang sahabat beliau yang terletak di pinggiran Bashrah. Sahabatnya ini adalah seorang yang sangat pencemburu. Dia memiliki seorang istri yang bernama Zarqaa’ yang cantik jelita. Pada suatu saat sahabatnya ini keluar karena ada suatu keperluan, maka diapun berpesan kepada istrinya untuk bersikap ramah dan melayani Dawud. Tatkala kembali kerumahnya dia pun berkata kepada Dawud, “Bagaimana menurutmu dengan si Zarqaa’?, bagaimana sikap ramahnya kepadamu?”. Dawud berkata, “Siapa itu Zarqaa’?”, dia berkata, “Yang mengurusimu dirumah ini”. Dawud berkata, “Saya tidak tahu dia si Zarqaa’ atau si Kahlaa’?”. Lalu istrinya menemuinya maka dia pun marah dan berkata, “Aku telah berpesan kepadamu agar ramah dan melayani Dawud, lalu mengapa tidak kau lakukan pesanku?”. Istrinya berkata, “Engkau telah berpesan kepadaku untuk melayani seorang yang buta, demi Allah dia sama sekali tidak melirik kepadaku!”</p>
<p>Dari Muhammad bin Abdillah Az-Zarraad berkata, “Hassaan (bin Abi Sinan) keluar untuk melaksanakan shalat ‘ied, tatkala dia kembali dikatakan kepadanya, “Wahai Abu Abdillah, kami tidak melihat hari raya ‘ied yang wanitanya paling banyak (keluar ikut shalat ‘ied) dari pada ‘ied tahun ini! Dia berkata,“Tidak ada seorang wanita pun yang bertemu denganku hingga aku kembali!”. Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa tatkala dia kembali istrinya berkata kepadanya, “Berapa wanita cantik yang engkau lihat hari ini?” (Hasan diam tidak menjawab) namun tatkala istrinya terus mendesaknya diapun berkata, “Celaka engkau! saya tidak melihat kecuali pada jempol kakiku semenjak saya keluar darimu hingga saya kembali kepadamu!”</p>
<p>Berkata Sufyan,“Ar-Robi’ bin Khutsaim selalu menundukkan pandangannya. (Pada suatu hari) lewatlah di depannya sekelompok wanita maka diapun menundukkan kepalanya hingga para wanita tersebut menyangka bahwa dia buta. Para wanita tersebut pun berlindung kepada Allah dari (ditimpa) kebutaan.&#8221;</p>
<p>Salaf tidak hanya menjaga pandangan mereka dari hal-hal yang diharamkan, bahkan mereka juga menjaga pandangan mereka dari hal-hal yang tidak perlu.</p>
<p>Seorang laki-laki berkata kepada Dawud At-Tha’i, “Sebaiknya engkau memerintahkan (seseorang) untuk membersihkan sarang laba-laba yang ada di langit-langit rumah”!, Dawud berkata, “Tidakkah engkau tahu bahwasanya memandang yang tidak perlu itu dibenci?”, lalu Dawud berkata,“Aku dikabarkan bahwa di rumah Mujahid lantai dua ada sebuah kamar, namun Mujahid tidak tahu sama sekali selama tiga puluh tahun.&#8221;</p>
<p>Hal ini menunjukan kesungguhan salaf dalam menjaga pandangan mereka, sampai-sampai sarang laba-laba yang dl angit-langit rumah dan kamar yang ada di lantai atas rumah mereka tidak mereka katahui, karena mereka tidak memandang kepada hal-hal yang tidak perlu sehingga mereka tidak memandang ke atas karena tidak ada perlunya. Barangsiapa yang membiasakan dirinya mengumbar pandangannya untuk memandang hal-hal yang tidak perlu maka suatu saat dia akan memandang hal yang diharamkan oleh Allah. Sungguh jauh berbeda antara salaf dengan sebagian kita yang tatkala berjalan matanya jelalatan ke sana kemari.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cembeliq.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cembeliq.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cembeliq.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cembeliq.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cembeliq.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cembeliq.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cembeliq.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cembeliq.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cembeliq.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cembeliq.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cembeliq.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cembeliq.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cembeliq.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cembeliq.wordpress.com/280/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cembeliq.wordpress.com&amp;blog=3593436&amp;post=280&amp;subd=cembeliq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cembeliq.wordpress.com/2011/06/18/praktek-para-salaf-dalam-menjaga-pandangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb7410009ef78c2b452c7846cb65ad73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cembeliq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepucuk Surat dari Ibu dan Ayah</title>
		<link>http://cembeliq.wordpress.com/2011/06/13/sepucuk-surat-dari-ibu-dan-ayah/</link>
		<comments>http://cembeliq.wordpress.com/2011/06/13/sepucuk-surat-dari-ibu-dan-ayah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 15:24:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cembeliq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Ayah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Sepucuk]]></category>
		<category><![CDATA[Surat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cembeliq.wordpress.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[Anakku&#8230; ketika aku semakin tua,, aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku suatu ketika aku memecahkan piring, atau menumpahkan sup diatas meja, karena penglihatanku berkurang aku harap kamu tidak memarahiku orang tua itu sensitif,,, selalu merasa bersalah saat kamu berteriak Ketika pendengaranku semakin memburuk, dan aku tidak bisa mendengar apa ayang kamu katakan, aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cembeliq.wordpress.com&amp;blog=3593436&amp;post=275&amp;subd=cembeliq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anakku&#8230;</p>
<p>ketika aku semakin tua,,</p>
<p>aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku</p>
<p>suatu ketika aku memecahkan piring,</p>
<p>atau menumpahkan sup diatas meja, karena penglihatanku berkurang</p>
<p>aku harap kamu tidak memarahiku</p>
<p>orang tua itu sensitif,,,</p>
<p>selalu merasa bersalah saat kamu berteriak</p>
<p>Ketika pendengaranku semakin memburuk,</p>
<p>dan aku tidak bisa mendengar apa ayang kamu katakan,</p>
<p>aku harap kamu tidak memanggilku &#8220;Tuli!&#8221;</p>
<p>mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya</p>
<p>Maaf, anakku&#8230; aku semakin tua</p>
<p>Ketika lututku mulai lemah,</p>
<p>aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantuku bangun</p>
<p>seperti bagaimana aku selalu membantu kamu saat kamu masih kecil, untuk belajar berjalan</p>
<p>aku mohon, jangan bosan denganku</p>
<p>Ketika aku terus mengulangi apa yang ku katakan,</p>
<p>seperti kaset rusak</p>
<p>aku harap kamu terus mendengarkan aku</p>
<p>tolong jangan mengejekku, atau bosan mendengarkanku</p>
<p>apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil</p>
<p>dan kamu ingin sebuah balon?</p>
<p>kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang-ulang</p>
<p>sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan.</p>
<p>Maafkan juga bauku&#8230;</p>
<p>tercium seperti orang yang sudah tua</p>
<p>aku mohon jangan memaksaku untuk mandi</p>
<p>tubuhku lemah&#8230;..</p>
<p>Orang tua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin</p>
<p>aku harap aku tidak terlihat kotor bagimu&#8230;</p>
<p>apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil?</p>
<p>aku selalu mengejar-ngejar kamu&#8230; karena kamu tidak ingin mandi</p>
<p>Aku harap kamu bisa bersabar denganku,</p>
<p>ketika aku selalu rewel</p>
<p>ini semua bagian dari menjadi tua,,</p>
<p>kamu akan mengerti ketika kamu tua</p>
<p>Dan jika kamu memiliki waktu luang,</p>
<p>aku harap kita bisa berbicara</p>
<p>bahkan untuk beberapa menit</p>
<p>aku selalu sendiri sepanjang waktu</p>
<p>dan tidak memiliki seorang pun untuk diajak bicara</p>
<p>aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan</p>
<p>Bahkan jika kamu tidak tertarik dengan ceritaku</p>
<p>aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu</p>
<p>apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil?</p>
<p>aku selalu mendengarkan apapun yang kamu ceritakan tentang mainanmu</p>
<p>Ketika saatnya tiba&#8230;</p>
<p>dan aku hanya bisa terbaring, sakit dan sakit</p>
<p>aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku</p>
<p>MAAF&#8230;&#8230;.</p>
<p>kalau aku sengaja mengompol atau membuat berantakan</p>
<p>aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku,</p>
<p>selama beberapa saat terakhir dalam hidupku</p>
<p>aku mungkin tidak akan bertahan lebih lama</p>
<p>Ketika waktu kematianku datang</p>
<p>aku harap kamu memegang tanganku</p>
<p>dan memberikanku kekuatan untuk menghadapi kematian</p>
<p>dan jangan khawatir, ketika aku bertemu dengan Sang Pencipta</p>
<p>aku akan berbisik pada-Nya</p>
<p>untuk selalu memberikan berkah padamu</p>
<p>karena kamu mencintai, ibu dan ayahmu&#8230;</p>
<p>Terima kasih atas segala perhatianmu, nak&#8230;</p>
<p>kami mencintaimu dengan kasih yang berlimpah</p>
<p>ibu ayah</p>
<p>Sumber : <a href="http://cfs-p4.l3.fbcdn.net/232031/169/2123018481766_59267.mp4?oh=2053ea0f8506cda411e7d75d87ea682c&amp;oe=4DF8D300&amp;l3s=20110613083256&amp;l3e=20110615084256&amp;lh=0cf9693185a53e68220f6&amp;xwrhost=video.l3.fbcdn.net&amp;L3O=cfs-l3-snc6.facebook.com">Di sini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cembeliq.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cembeliq.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cembeliq.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cembeliq.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cembeliq.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cembeliq.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cembeliq.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cembeliq.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cembeliq.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cembeliq.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cembeliq.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cembeliq.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cembeliq.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cembeliq.wordpress.com/275/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cembeliq.wordpress.com&amp;blog=3593436&amp;post=275&amp;subd=cembeliq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cembeliq.wordpress.com/2011/06/13/sepucuk-surat-dari-ibu-dan-ayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
<enclosure url="http://cfs-p4.l3.fbcdn.net/232031/169/2123018481766_59267.mp4?oh=2053ea0f8506cda411e7d75d87ea682c&amp;amp" length="241" type="video/mp4" />
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb7410009ef78c2b452c7846cb65ad73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cembeliq</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
